kpopdistro

kpopdistro

ADVERTISING

MAU JUTAAN PASANG MATA MELIHAT PRODUK ANDA? TERTARIK MEMASANG IKLAN DI WEBSITE KAMI? HUBUNGI TIM ADVERTISING KAMI DI 082112496861.

Kamis, 23 Maret 2017

Mengapa MD Entertaiment di Trans TV Gagal Ikuti Sukses SinemArt di SCTV?


OPTIMISME Trans TV akan mampu naik ke atas bersama dengan sinetron produksi MD Entertaiment ternyata belum berbuah manis. Sinetron Bawang Merah Bawang Putih (BMBP) dan Harapan Cinta (HC) sejak tayang perdana tak beranjak naik. Berdasarkan grafik rating malah cenderung melemah sampai dengan hari ketiga penayangan perdananya.


Episode Rabu (22/03) episode ketiga BMBP hanya meraih TVR 1.3 dan share 5.8 persen. Hal ini hanya menempatkan sinetron yang dibintangi Prilly Latuconsina ini hanya menempati peringkat 49 dengan TVR 1.3 dan share 5.8 persen. Harapan Cinta lebih parah dengan keluar dari 60 besar rating Rabu dengan TVR 0.9 dan share 3.3 persen.

MD Entertaiment pernah mengangkat SCTV selalui sinetron strippingnya di era 2006 ke atas. Sinetron seperti Cinta Fitri, Melati Untuk Marvel, Azizah, hingga Cinta BUnga jadi bukti kesuksesan production house Manoj Punjabi ini. Sempat pindah ke Indosiar dan MNCTV, MD juga sempat berjaya di dua stasiun TV tersebut. Sehingga tak heran jika Trans TV tentu berharap kesuksesan yang sama. Lantas apa yang membuat debut MD di Trans TV gagal ikuti sukses SinemArt di SCTV?

Tak dapat dipungkiri jika brand Trans TV selama ini bukanlah TV sinetron, melauinkan TV hiburan dengan program-program TV yang diproduksi sendiri, misalkan variety show, talkshow hingga gameshow. Walau demikian, selama setahun belakangan, Trans TV mengisi slot primetimenya dengan sederet film Hollywood, mulai pukul 19.00 - 23.00 WIB. Membeli hak siar sebuah film konon lebih murah dibanding membuat program sendiri. Sebagai perbandingannya, untuk membuat sebuah program studio di jam primetime, beban terbesar ada pada pembayaran honor artisnya. Artis sekalibet Raffi Ahmad saja bisa dibayar Rp 50 juta per episode. Sehingga rata-rata produksi program primetime berkisar Rp 300 - 500 juta per episode.


Faktor selanjutnya adalah pemilihan judul dan alur cerita yang disajikan untuk proyek perdananya. Jangan sandingkan dengan sinetron SinemArt di SCTV. Walau sinetron SCTV kebanyakan 'daur ulang' sinetron RCTI, perlu diingat jika sinetron seperti Anugerah Cinta hingga Anak Jalanan tamat bukan karena rating. Peform kedua sinetron tersebut masih dipuncak ketika ditamatkan, sehingga tentunya akan membawa penonton lama ke produk reborn yang baru di stasiun TV yang baru pula.



Beda halnya dengan MD Entertaiment yang selama di MNCTV juga tengah mengalami krisis rating. Terhitung hanya sinetron Senandung yang cukup mencuat di permukaan, itu pun saat season keduanya bergulir, ratingnya tiarap. Sinetron yang dibintangi Siti Badriah dan Hengky Kurniawan ini selanjutnya menjadi proyek terakhir MD di MNCTV.

Masih melihat potensi dari chemistry Sibad dan Hengky, MD selanjutnya membawa pasangan layar kaca tersebut ke sinetron baru, Harapan Cinta. Dengan latar kisah yang hampir serupa, tak pelak hal ini tak membawa kontribusi yang positif bagi Trans TV. Harapan Cinta yang diharapkan dapat mengangkat peforma primetime Trans TV nyatanya tak bergaung di tengah dominasi sinetron RCTI dan SCTV.



Proyek Bawang Merah Bawang Putih sebenarnya lebih menjanjikan ketimbang Harapan Cinta. Menggandeng aktris dengan belasan juta folllowers di sosial media, Prilly Latuconsina, promosi sinetron reborn ini cukup getol bergaung di sosial media. Sayangnya, plot cerita yang terlalu lamban di awal-awal episode mungkin jadi alasan kenapa sinetron ini tak langsung berkontribusi positif. Bisa jadi pula, penonton sudah bosan dan dapat menerka apa yang akan terjadi selanjutnya di sinetron ini.

Membuat sebuah program berating tinggi itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu usaha keras dan kejelian melihat potensi yang akan menarik perhatian penonton. Apalagi kalau program bersangkutan tayang bukan di televisi yang memiliki peforma rating yang bagus.

Jadi, apa sahabat TV punya alasan sendiri? Mari berbagi di laman komentar dibawah ini!

";if(c"}urls.splice(0,urls.length);titles.splice(0,titles.length);document.getElementById("related-posts").innerHTML=dw}; //]]>

3 komentar:

  1. filza hafiz23 Maret 2017 08.00

    faktor saingan min, kemarin awal Senandung di MNCTV aja rating gk terllu bgus, tapi kebetulan saat itu RCTI nayangin bola di jam primetime jadi yaa rating senandung perlahan mulai meningkat bhkan smpai 3besar :)

    BalasHapus
  2. MANCAshopping23 Maret 2017 15.36

    kyk sih krna tayangnya di trans tv...klo tayangnya di rcti...akn jauh lbih baik ratingnya krna imej trans tv bkn tv sinetron...beda kyk rcti yg identik dgn sinetron...buktinya DT di rcti walapun pemainnya gk keren2 tpi rating selain krna ceritanya juga fresh...faktor tayang di tv mana juga mendukung min...

    BalasHapus
  3. Muhammad Fadhillah24 Maret 2017 00.21

    waktu MD di MNC TV GO BMX ratingnya bagus juga loh

    BalasHapus
Tambahkan komentar
Muat yang lain...

Top of The Time

'); document.write("
Diberdayakan oleh Blogger.
'); document.write("
'); document.write("

Arsip Blog

Copyright © Dunia TV | Designed With Blogger Templates | Sitemap
Scroll To Top